Dalam kesendirian kian lama kurasakan kebenaran sebuah ungkapan lama, betapa nilai seseorang sangat terasa justru ketika dia tiada. Dan ketiadaanmu memberikan petunjuk yang amat nyata betapa rapuh jiwaku dalam kesendirian dan betapa utuh dalam kebersamaan denganmu. Hanya ada satu kata yang mampu mengungkap semuanya yaitu cinta, namun ada satu hutang yang selama ini belum terbayarkan, kurasa sudah tiba saatnya aku bercerita kenapa dengan cinta itu aku justru menjauh darimu.
Kalin, maaf klo semua tidak berjalan seperti yang kita mau. Kadang kita berharap tuhan akan menunjuk jalan kita dan membuka sedikit tabir rahasianya. Seperti matahari yang terbit di timur dan terbenam di barat atau seperti waktu yang tidak pernah berhenti, perasaanku akan selalu dekat denganmu. Sepi bicara betapa sempitnya waktu betapa terasa besarnya cinta, jikapun aku percaya ada hidup setelah mati kita tidak akan pernah bertemu lagi. Kalin, kita selalu mencoba untuk menghargai hidup agar lebih berarti, meskipun kecil tapi embun adalah pertanda datangnya musim semi. Suara burung atau bunyi yang indah adalah bukan pilihan, keduanya akan selalu ingin kita nikmati. Jika aku harus memilih aku tidak akan memilih karna angin akan selalu membawa legenda cerita kita yang akan selalu berakhir bahagia. Hanya waktu yang bisa merenggutmu dari aku.


No comments:
Post a Comment