
Siang all, hari ini kayaknya hari minggu dech.. Karna sekarang gue lagi ada dirumah nich (he..he.. jayus yach). Oh iya ada cerita menarik nich, beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 8 Agustus 2007 telah terjadi ajang terbesar sepanjang abad kota Jakarta yang kucintai ini yaitu pemilihan gubernur DKI Jakarta. Secara gitu loh, baru kali ini rakyat Jakarta memilih gubernurnya, cuma sayangnya calonnya itu cuma 2 coba kalo ada 3 atau 4 pasti seru bisa diajak maen domino atau truf atau cangkulan atau poker.. (maen kartu kalee...)
Pastinya pada hari itu tepat pukul 9.30 pagi gue pergi ke TPU eh salah ke TPS, kalo TPU mah kalo ada yang mati kalee.. Dan gue berjalan dengan gegap gempita dan riang gembira menuju ke TPS yang telah ditunjuk. Dengan langkah pasti gue menunggu untuk dipanggil menuju bilik suara, secara juga gitu logh kalo gak ada gue khan gak rame.
Setelah gue memilih calon yang gue anggap akan mendapatkan suara yang minoritas dan jari kelingking telah tecelup dan ternodai oleh tinta yang tidak bertanggung jawab, akhirnya gue pulang kerumah.
After all, gue ada janji sama temen-temen kantor tuk pergi ke Dufan setelah acara ke TPS, katanya sich rencananya kita mau melepas penat dan jenuh dikepala. Tapi satu pertanyaan gue, harus yach kita ke Dufan?? Bukannya tambah stress tuch??
Akhirnya gue nyampe kantor dan sambil menunggu untuk menuju ke TKP (kok semua singkatan gue hari ini depannya T terus yach.. Tanya kennapa??) alias menuju ke Dufan gue sempatkan dulu untuk minum teh botol So**o (maaf tidak bisa menyebutkan produk nanti disangkanya iklan trus nanti gue gak dapet royalty dan bisa-bisa gue nanti makan ati deh). Setelah kenyang minum akhirnya kita menunggu satu-satunya peserta wanita yang datang terlambat ( aka : Lina ). Dengan hati yang penuh dengan perasaan yang menderu-deru akhirnya kita sampai di Dufan dengan selamat pastinya, parah banget dech drivernya ( aka : Bambang ), dia gak mau masuk tol dan secara klo lewat jalan biasa khan lebih lama.
Setelah di dalam Dufan kita kehilangan 2 anggota yang berjalan sendiri-sendiri ( aka : Widhi dan Dono ). Game pertama yang mau dicoba itu tenyata Tornado yaitu permainan baru yang menantang adrenalin dan syahwat kita, yuuk marii. Tadinya itu gue sama sekali gak minat naek itu game, tapi ternyata caci-maki dari temen-temen dengan perkataan cemennya itu lebih menakutkan daripada harus tidak naek Tornado. Dalam antrian yang panjang gue terus berpikir apakah gue harus tetap melanjutkan tantangan ini atau kabur dengan syarat hilang semua harga diri (secara ada si Lina, ntar gue di cap cemen lagi sama doi). Didalam antrian pula gue coba menghibur diri dengan bercanda sama temen-temen. Dan pada saat sudah naek iatu Tornado yang bisa gue bilang cuma EEDDDAAAAAANNNN, GiiiLLLaaaaa, SSsssaaaaaKkkkkiiiiiiTTTttttt ini wahana...
Edan, edan dan edan, cuma kata-kata itu yang terus bergeming didalam otak gue yang mulai tumpul ini. Tapi setelah naik itu wahana (game) dan dengan kejepitnya barang gue (secara dipontang-panting kesana kemari), gue melihat bahwa wahana yang lain seperti Niagara, Halilintar, Arung Jeram, Istana boneka (weks..) itu sudah tidak begitu menakutkan. Walaupun akhirnya juga dibawah tekanan dari temen-temen dan kata cemen itu, gue naek wahana-wahana yang sudah disebutkan diatas.
Tapi yang pasti gue seneng banget bisa refreshing bareng sama temen-temen kantor dan bos juga. Karna jarang-jarang hal kayak begini bisa terjadi dan makan di bandar jakarta pula trus dibayarin sama bos pula (thanks to bos toto). That’s it my story today.. See you soon in my next episode of life..
PS : - TPU (Tempat buat ngubur orang)
- TPS (Tempat orang nyolok gambar orang)
- TKP (Tempat apa yach?? Tempat begituan dech)
- Tornado (Temennya Torpedo kalii.. )
- aka (Senjata buat bunuh orang, eh salah itu AK47, alias tau..)


No comments:
Post a Comment