Setelah berganti tahun (baca : Januari 2008), ahirnya gue baru bisa dan cukup kuat untuk menceritakan hari terakhir gue dimalang. Di hari keempat ini rencananya gue akan pulang dengan menggunakan pesawat ke jakarta dari bandara abdurrahman saleh pada siang harinya dan insya allah sampai dijakarta pada petang atau sore harinya.
Tapi sebelum semua itu gue harus packing barang dulu dan mempersiapkan tas yang perlu dibawa apa aja, yang pasti gue akan bawa 3 jenis tas mulai dari ransel berisi laptop, koper berisi baju dan kardus berisi keripik.. hiks..hiks..hikss.., secara gitu temen gue kantor pada suka ngemil dan camilan gratisan. Mungkin kalo dikasih racun juga bakalan dimakan kalo emang rasanya enak.. He..he.. Piss yo..
Oh iya tapi sebelumnya lagi gue akan bertemu dengan pujaan hati. Tahun ini gue udah tidak mau memanggilnya dengan nama miss R, tapi aku kini memberinya nama baru yaitu starlight (cahaya bintang).
Starlight datang ke hotel pada pagi hari sekitar jam 10an. Dimana gue sudah mempersiapkan diri baik itu mental ataupun psikis untuk ngomong sama starlight bahwa gue mencintainya dan mau menjalin suatu hubungan yang lebih serius ketimbang teman. Akhirnya starlight (baca : Ratih) datang sendiri menggunakan motornya. Kemudian saya mengajaknya tuk naik dan masuk ke kamar. Didalam kamar itu saya mulai dengan obrolan-obrolan gak penting sehingga pada suatu saat gue bertanya sebelumnya sama dia seperti ini. “Ratih kamu sebenarnya sudah punya pacar belum sih..??”. Kemudian starlight menjawab dengan senyuman dan mencoba mengalihkan pembicaraan kerah yang lain.
Dari situ sebenarnya saya mulai curiga ada sesuatu yang aneh darinya yang tidak seperti biasanya. Akhirnya setelah hampir 3 kali aku menanyakan hal yang sama akhirnya diapun menjawab. Dan seperti yang kalian kira bahwa dia menjawab dengan bilang “iya.. saya sudah punya mas..”. Waktu pada saat itu seperti terhenti, dada terasa sesak, hati hancur berkeping-keping dan semangat hidup pun hilang. Saya waktu itu mau mencoba tuk yang keempat kali tuk bilang suka padanya, saya hanya siap dengan perkataan ditolak ataupun diterima. Namun untuk pembicaraan bahwa dia sudah memiliki seseorang itu sama sekali tidak terkira oleh diriku.
Dari situ pula aku mengajaknya tuk check out dari hotel. Damn, i’m gonna miss that hotel.. Di lobby hotel obrolan yang sama-sama kita keluarkan sudah mulai terasa gak penting. Dia membicarakan apa dan saya coba menanyakan siapa pacarnya itu. Sampai pada akhirnya gue coba meninggalkan dia di lobby sebentar tuk menelepon keluar, sebenarnya itu hanya alasan agar aku bisa menjauh sebentar, at least untuk menghirup nafas. Dimana dada ketika itu terasa sangat sesak dan hancur. Yang kalo dipikir sampai saat ini saya di jakarta, saya gak tau harus mulai dari mana memungut serpihan hatiku yang hancur itu.
Tapi itulah hidup dan realita cinta ku, ketika saya mencintai dan menyayangi seseorang dengan apa adanya dan orang itu tidak sebaliknya. Mungkin itu yang disebut orang baik untuk orang yang baik pula. Mungkin saya tidak cukup baik bagi Starlight (baca: Ratih). Mungkin bukan cintanya yang salah namun keadaaanya yang salah. Mungkin saya yang salah karna terlalu memaksakan semuanya termasuk keadaan dan Starlight (baca: Ratih) itu sendiri.
Pukul 12 siang akhirnya travel yang menjemputku untuk mengantarkanku menuju bandara Abdurrahman saleh akhirnya datang. Tiba waktunya bagi saya dan Starlight (baca: Ratih) untuk berpisah dan mengucapkan salam perpisahan. Entah kapan aku akan bertemu dengannya lagi, entah kapan aku akan ke malang lagi tuk bertemu dengannya, entah apa dia mau menemuiku lagi, entah apakah dia pernah menyukaiku atau tidak, entah apakah nanti aku akan mempunyai kesempatan untuk membuktikan cintaku yang tulus dan apa adanya ini padanya suatu saat nanti.. Hanya waktu yang bisa menjawab dan hanya Allah SWT yang akan menentukan nasib seseorang.
Sesampainya dibandara Abdurrahman Saleh, semua tertumpah begitu saja. Tiba-tiba saja mataku berkaca-kaca. Sampai hari ini pun aku bertanya, begitu dalamnya kah cintaku padanya? Sebegitu pantasnya kah dia untuk mendapatkan air mataku?. Akhirnya sebelum menuju ke pesawat aku sempat melihat yang mendung ketika itu dan mencoba tuk menghadapi kenyataan yang ada ini.
Setibanya di bandara Soekarno-Hatta, aku mengucapkan kepada semua temanku yang telah membantuku selama ini dan men-support ketika saya mengejar Ratih. Saya pulang dengan hati hancur, saya datang ke jakarta dengan hati sedih. Saya tidak tahu mau berbuat apa lagi, mau dibawa kemana hati ini. Apakah salah mencintai seseorang..?? Apakah se-tragis inikah kisah cintaku..?? Smoga waktu bisa menjawab semuanya.
- Fourth day in malang ditulis kembali pada tanggal 16 Januari 2008, 15:21 BBWI. Sampai hari ini, mungkin sudah hampir lebih dari sebulan aku tidak menelepon starlight (baca: Ratih). Sedih aja sih kenapa semuanya harus seperti ini. Namun dinikmati saja lah. Oh iya bapak ku sekarang lagi dirumah sakit. Ini hari ke 5 beliau berada di rumah sakit. Doakan agar sembuh yah.. (Semoga kau tau hal ini dek ratih..)


1 comment:
Hello. This post is likeable, and your blog is very interesting, congratulations :-). I will add in my blogroll =). If possible gives a last there on my blog, it is about the Celular, I hope you enjoy. The address is http://telefone-celular-brasil.blogspot.com. A hug.
Post a Comment