
Meet my love.. Meet my dear.. Miss R..
Gue bikin sub judul disini karna akhirnya gue akan bertemu dengan Ratih, yang merupakan dia adalah tujuan utamaku datang kesini. Gue udah janjian sama dia untuk jalan-jalan hari ini pukul 2 siang (duch kok gaya bahasanya langsung berubah serius gini sich).
Gue udah nunggu dia di hotel mulai jam 11an. Trus malang hari ini agak mendung dan cenderung akan hujan, alhasil pada jam 1 an siang hujan pun turun. Gue tadinya udah agak-agak pesimis, apakah dia bisa datang atau nggak. Akhirnya sekitar jam 2an siang hujan berhenti dan dia bilang mau ketempatku.
Ratih datang dengan temannya Dwi dan pacarnya dwi. Ratih terlihat sangat cantik dan manis, dengan mengenakan baju hard rock merah yang kubelikan untuknya dan celana jeans dan jaket hitam. Dia terlihat sangat cantik, aku tidak akan pernah meminta dia untuk merubah apapun karna buat gue bisa bertemu dengannya merupakan suatu mimpi yang jadi kenyataan dan mungkin juga selama 5 bulan kebelakang saya tidak melihatnya secara langsung sehingga saya agak-agak kangen berat sama doi. Dwi pun akhirnya pulang. Tinggallah kami berdua di hotel. Akhirnya gue ajak dia masuk, disaat itu juga kita (gue dan ratih) bingung mau pergi kemana dan disaat itu pula gue memberikan hadiah yang berupa kotak biru berpita biru pula yang kupersiapkan dari jakarta untuknya yang didalamnya berisi cardigan warna hitam dan gelang-gelang etnik khusus kucari untuknya. Kupilih warna hitam karna dia suka banget sama warna itu dan kupilih gelang etnik karna dia juga suka mengoleksi gelang-gelang. (Tuk teman-temanku yang telah membantu gue mencari barang-barang tersebut diatas, gue sangat-sangat berterima kasih dari lubuk hati gue yang paling dalam).
Setelah Ratih menerima hadiah itu, dia pun terlihat manis ketika tersenyum, gue seneng banget walaupun hanya melihat senyumnya (aku akan berikan apapun untuk bisa melihat senyum itu sekarang, dan waktu itu waktu seperti berhenti sesaat dan semua begitu wah dan keren banget lah). Akhirnya kita rencanakan keluar tuk makan, gue dan dia pun keluar tuk makan bakso bakar deket jalan ijen. Akhirnya gue bisa kencan (mungkin kalimat yang lebih tepat adalah jalan-jalan) berdua saja sama dia..
Setelah dari makan baso bakar dan ngobrol dengannya disana. Kami pun bergegas tuk lihat-lihat rumah kuno yang katanya dia suka banget dengan rumah-rumah kuno. Duch.. udah kayak pasangan yang mau nikah trus lagi nyari rumah untuk ditempatin oleh kami berdua. (Aku akan belikan rumah seperti itu untukmu jika kau mau menikah denganku..)
Sehabis dari ngiter-ngiter liat rumah-rumah kuno akhirnya kita memutuskan untuk ke Matos (Malang Town Square) atau maen ke kostnya dia. Tapi di tengah-tenagh perjalanan akhirnya kita memutuskan untuk ke Batu, hanya untuk sekedar maen-maen aja di Batu. Katanya ratih sich klo dihitung waktu cuma setengah jam aja dari malang ke batu kalo naek motor (kayaknya naeknya gak pake rem dech). Oh iya belum ada setengah jalan menuju batu, hujan turun dengan lebatnya di malang. Akhirnya dengan berat hati kami pun membatalkan untuk menuju kesana.
Dalam perjalanan balik menuju ke kostnya di belakang Universitas Brawijaya, kami pun sempat meneduh di depan suatu ruko apotik dan duduk disana. Sebenarnya dalam hati ku pun, sangat berharap turun hujan, biar gue punya kesempatan untuk ngobrol berdua atau menghabiskan waktu berdua aja tanpa harus membicarakan sesuatu yang berat-berat.
Dan pada akhirnya pula gue dapatkan momen itu ketika kami berteduh. Aku duduk disampingnya, dengan baju merahnya dia masih terlihat sangat cantik meskipun agak basah-basahan. Akhirnya gue bisa menatap wajahnya dengan sangat lama dan hanya berjarak beberapa centi meter aja. Gue bisa melihat dengan sangat dekat orang yang gue cintai. Orang yang gue harapkan bisa mengisi hari gue yang indah menjadi lebih indah lagi. Selain ngobrol, gue pun menyempatkan untuk memfoto dan merekamnya. Kami pun saling mendengarkan dan saling berbagi mp3 lewat handphone ku. Headphonenya yang satu dikuping kiriku yang satunya lagi dikuping kirinya. Hari ini gue seneng banget, ternyata hal seperti ini yang udah lama gak gue rasakan. Yaitu senang tuk berada disamping orang yang kita kasihi dan sayangi. Hujan hari ini agak lama berhentinya. Alhasil kami tetap stuck in that moment. Dalam hati gue terus berucap betapa gue seneng banget bisa berada dengan sangat dekat bersamanya dan andai ia tahu betapa gue sangat mencintainya dan betapa gue ingin sekali tuk memilikinya, sehingga jarak jakarta – malang pun akan kulalui dan tak kurasakan betapa lelahnya diriku..
Setelah hujan reda, kamipun melanjutkan perjalanan menuju kostnya. Disana gue bertemu dengan saudaranya Ratih yang namanya Utus. Sambil ngobrol bertigaan pun gue sempetin tuk memfoto Ratih. Karna tiba-tiba aja dia memakai cardigan yang gue kasih buat dia hari itu. Dia masih saja terlihat sangat cantik dengan cardigan yang gue beli buat dia. Di kostnya pula gue ketemu dengan Dek Adit dan kakaknya (tetangga Henik di Mojokerto). Pulang dari kostnya Ratih, kamipun nmenyempatkan untuk sholat maghrib dulu di Masjid Jami deket hotel tempatku menginap. Oh iya momen yang gak kulupakan adalah ketika selesai sholat, Ratih menunggu di gerbang untukku selesai sholat dan memakai sepatu. Buat gue, hari ini very very funtastic, klo bisa gue ingin mengulanginya setiap hari. Agar gue sadar bahwa gue sangat mencintai dan menyayanginya dan gue gak akan sampai hati melihat orang yang kucintai dan kusayangi bersedih. Akan kuberikan apapun untuk melihat senyum itu kembali merekah di mukanya. Itulah sedalam-dalamnya cintaku padamu Ratih..
Akhirnya di hotel tempatku menginap kami berpisah, dia masih ada tugas yang harus dikerjakan dan gue ada kehidupan yang harus gue jalanin. Gue pada malam kedua disana tetep aja makan malam di Mc. Donalds depan Toko Oen’s. Sambil makan, gue tetep aja tersenyum-tersenyum gila, gue masih aja tersenyum mengingat kejadian tadi siang. Tapi entah mengapa ada perasaan takut dalam diri gue, gue takut kebahagiaan ini hanya berlangsung sebentar dan entah mengapa pula Ratih sepertinya tidak memiliki ketertarikan yang sama seperti gue. Entah apa gue bisa menerimanya bila nanti kejadiannya seperti itu. Tapi malam ini gue akan tetap menikmati indahnya momen bersama Ratih tadi siang. Teruntukmu Ratih, aku mencintaimu dengan apa adanya dirimu dan jangan kau rubah dirimu, karna kumencintaimu yang seperti ini yang apa adanya, tidak lebih dan tidak kurang.


2 comments:
Alangkah indahnya bisa mencintai dan dicintai...
berbahagialah karena kamu bisa mencintai dan mengutarakan rasa cinta itu...
to Miss "R"...sungguh beruntung karena ada seseorang yang begitu mencintaimu..tulus...
Siluet Sapi...semangat terus ya???kalaupun ternyata Miss "R" belum untukmu...
tetaplah mencintai..karena mencintai itu indah...
Alangkah indahnya bisa mencintai dan dicintai...
berbahagialah karena kamu bisa mencintai dan mengutarakan rasa cinta itu...
to Miss "R"...sungguh beruntung karena ada seseorang yang begitu mencintaimu..tulus...
Siluet Sapi...semangat terus ya???kalaupun ternyata Miss "R" belum untukmu...
tetaplah mencintai..karena mencintai itu indah...
Post a Comment