Monday, October 29, 2007

Third Day in Malang - Senin, 22 Oktober 2007

Hmm.. Hari ketiga di Malang, at last hari ketiga ini gak terasa. Besok gue udah harus balik ke Jakarta. Gue mengalami banyak sekali kebahagiaan disini. Disini waktu sepertinya berjalan dengan apa adanya. Semua terasa indah.. “Mungkin karna ada yang spesial buat gue di kota ini..”

Di hari ini gue lagi out of idea, gue gak tau hari ini mau kemana. Tapi mungkin gue akan mampir kerumah bude gue yang di narotama dan rumah pak de gue yang berada di daerah Bandulan, malang. Gue menulis hari ketiga ini dengan sedikit malas, karna setelah kejadian dihari kedua. Laptop IBM T60 gue gak mau nyala, tapi setelah gue pulang dari malang, akhirnya pula itu laptop bisa menyala kembali dan tetap berjalan dengan 1,5 GB RAM. Karna technical supportnya sich laptop gue crash memory RAMnya. Tapi ternyata setelah diusahakan akhirnya bisa juga berjalan dengan upgrade RAM.

Kembali ke Malang, gue punya planning mau ke rumah bude gue sekitar jam 12 siang. Trus..truss.. gue keluar dari hotel pelangi sekitar jam segituan tuk menuju ke narotama yang notabene rumah bude gue. Tapi sebelumnya masa gue hanya melenggang kangkung begitu aja tanpa membawa buah tangan kesananya. Akhirnya gue menyempatkan tuk membeli Dunkin Donuts, dengan melewati alun-alun kota Malang tuk menuju ke Ramayana. Di alun-alun ternyata gue melihat banyak sekali banci (ini banci beneran loh, bukannya banci foto kayak gue.) berkeliaran didalam alun-alun. Akhirnya dengan langkah seribu gue mencoba tuk menjauhi mereka, daripada nanti gue diperkosa rame-rame di tengah alun-alun sama itu banci-banci. Bukannya kalo siang itu mereka pada tidur yah.. Jangan-jangan ini banci yang gak laku semalam nich.. Duch kayak gue yang tau banget tentang mereka yach.

Akhirnya lagi, gue menuju ke narotama dengan menggunakan becak, namun kali ini gue gak tega nawarnya karna tukang becaknya agak sedikit tua. Sesampainya di narotama, gue disambut dengan hangat oleh bude-bude gue. Itulah yang gue suka dari Malang, atmosfir kekeluargaan itu sangat tinggi. Sehingga terkadang membuat gue berpikir tuk pindah kesini. Disana gue cukup bercengkrama cukup lama dengan bude-bude gue, trus dari sana gue dijemput pakde gue tuk maen kerumahnya di Bandulan. Oh iya, menurut schedule gue hari ini. Gue akan ketemu sama miss R. Katanya sich dia baru bisa ketemu sekitar jam 7 malam. Sekitaran jam 6 sore gue menelpon miss R tuk menanyakan jadi atau tidak kita ketemu. Dan ternyata dia gak bisa ketemu ama gue hari ini. Yo wis, mungkin dia memang capek dan banyak hal yang lebih penting yang harus dia kerjakan selain hanya untuk bertemu gue.

At last gue tiba-tiba diajakin theris tuk jalan sama dia ke pulosari (tempat makan gitu dech). Sambil membawa tas punggung dan kantong gede berisi oleh-oleh dari bude dan pakde gue. Tapi tetep aja gue pede..

Di pulosari gue makan roti bakar dan jagung bakar. Enak banget dech pokoknya. Kapan-kapan kalo gue ke malang lagi, gue akan balik lagi kesana tuk makan. Oh iya, thanks to Theris yang sudah bersedia baik itu tenaga, waktu dan dirinya untuk rela nemenin gue. Meskipun gue ngerepotin tapi tetep aja dia mau bantuin gue, baik itu nyariin travel buat ke bandara, ngajakin jalan ke pasar minggu gajayana, sama ngajakin gue jalan ke pulosari (karna sebelumnya miss R membatalkan janjinya dengan gue).

Itulah cerita gue hari ini.. Hmm.. Apa kabarnya gue besok yah, semoga pas besok gue pulang, gue akan membawa kenangan yang manis.. Preparing for miss R dech..

Friday, October 26, 2007

Second Day in Malang – Minggu, 21 Oktober 2007 (Part 2)



Meet my love.. Meet my dear.. Miss R..

Gue bikin sub judul disini karna akhirnya gue akan bertemu dengan Ratih, yang merupakan dia adalah tujuan utamaku datang kesini. Gue udah janjian sama dia untuk jalan-jalan hari ini pukul 2 siang (duch kok gaya bahasanya langsung berubah serius gini sich).

Gue udah nunggu dia di hotel mulai jam 11an. Trus malang hari ini agak mendung dan cenderung akan hujan, alhasil pada jam 1 an siang hujan pun turun. Gue tadinya udah agak-agak pesimis, apakah dia bisa datang atau nggak. Akhirnya sekitar jam 2an siang hujan berhenti dan dia bilang mau ketempatku.

Ratih datang dengan temannya Dwi dan pacarnya dwi. Ratih terlihat sangat cantik dan manis, dengan mengenakan baju hard rock merah yang kubelikan untuknya dan celana jeans dan jaket hitam. Dia terlihat sangat cantik, aku tidak akan pernah meminta dia untuk merubah apapun karna buat gue bisa bertemu dengannya merupakan suatu mimpi yang jadi kenyataan dan mungkin juga selama 5 bulan kebelakang saya tidak melihatnya secara langsung sehingga saya agak-agak kangen berat sama doi. Dwi pun akhirnya pulang. Tinggallah kami berdua di hotel. Akhirnya gue ajak dia masuk, disaat itu juga kita (gue dan ratih) bingung mau pergi kemana dan disaat itu pula gue memberikan hadiah yang berupa kotak biru berpita biru pula yang kupersiapkan dari jakarta untuknya yang didalamnya berisi cardigan warna hitam dan gelang-gelang etnik khusus kucari untuknya. Kupilih warna hitam karna dia suka banget sama warna itu dan kupilih gelang etnik karna dia juga suka mengoleksi gelang-gelang. (Tuk teman-temanku yang telah membantu gue mencari barang-barang tersebut diatas, gue sangat-sangat berterima kasih dari lubuk hati gue yang paling dalam).

Setelah Ratih menerima hadiah itu, dia pun terlihat manis ketika tersenyum, gue seneng banget walaupun hanya melihat senyumnya (aku akan berikan apapun untuk bisa melihat senyum itu sekarang, dan waktu itu waktu seperti berhenti sesaat dan semua begitu wah dan keren banget lah). Akhirnya kita rencanakan keluar tuk makan, gue dan dia pun keluar tuk makan bakso bakar deket jalan ijen. Akhirnya gue bisa kencan (mungkin kalimat yang lebih tepat adalah jalan-jalan) berdua saja sama dia..

Setelah dari makan baso bakar dan ngobrol dengannya disana. Kami pun bergegas tuk lihat-lihat rumah kuno yang katanya dia suka banget dengan rumah-rumah kuno. Duch.. udah kayak pasangan yang mau nikah trus lagi nyari rumah untuk ditempatin oleh kami berdua. (Aku akan belikan rumah seperti itu untukmu jika kau mau menikah denganku..)

Sehabis dari ngiter-ngiter liat rumah-rumah kuno akhirnya kita memutuskan untuk ke Matos (Malang Town Square) atau maen ke kostnya dia. Tapi di tengah-tenagh perjalanan akhirnya kita memutuskan untuk ke Batu, hanya untuk sekedar maen-maen aja di Batu. Katanya ratih sich klo dihitung waktu cuma setengah jam aja dari malang ke batu kalo naek motor (kayaknya naeknya gak pake rem dech). Oh iya belum ada setengah jalan menuju batu, hujan turun dengan lebatnya di malang. Akhirnya dengan berat hati kami pun membatalkan untuk menuju kesana.

Dalam perjalanan balik menuju ke kostnya di belakang Universitas Brawijaya, kami pun sempat meneduh di depan suatu ruko apotik dan duduk disana. Sebenarnya dalam hati ku pun, sangat berharap turun hujan, biar gue punya kesempatan untuk ngobrol berdua atau menghabiskan waktu berdua aja tanpa harus membicarakan sesuatu yang berat-berat.

Dan pada akhirnya pula gue dapatkan momen itu ketika kami berteduh. Aku duduk disampingnya, dengan baju merahnya dia masih terlihat sangat cantik meskipun agak basah-basahan. Akhirnya gue bisa menatap wajahnya dengan sangat lama dan hanya berjarak beberapa centi meter aja. Gue bisa melihat dengan sangat dekat orang yang gue cintai. Orang yang gue harapkan bisa mengisi hari gue yang indah menjadi lebih indah lagi. Selain ngobrol, gue pun menyempatkan untuk memfoto dan merekamnya. Kami pun saling mendengarkan dan saling berbagi mp3 lewat handphone ku. Headphonenya yang satu dikuping kiriku yang satunya lagi dikuping kirinya. Hari ini gue seneng banget, ternyata hal seperti ini yang udah lama gak gue rasakan. Yaitu senang tuk berada disamping orang yang kita kasihi dan sayangi. Hujan hari ini agak lama berhentinya. Alhasil kami tetap stuck in that moment. Dalam hati gue terus berucap betapa gue seneng banget bisa berada dengan sangat dekat bersamanya dan andai ia tahu betapa gue sangat mencintainya dan betapa gue ingin sekali tuk memilikinya, sehingga jarak jakarta – malang pun akan kulalui dan tak kurasakan betapa lelahnya diriku..

Setelah hujan reda, kamipun melanjutkan perjalanan menuju kostnya. Disana gue bertemu dengan saudaranya Ratih yang namanya Utus. Sambil ngobrol bertigaan pun gue sempetin tuk memfoto Ratih. Karna tiba-tiba aja dia memakai cardigan yang gue kasih buat dia hari itu. Dia masih saja terlihat sangat cantik dengan cardigan yang gue beli buat dia. Di kostnya pula gue ketemu dengan Dek Adit dan kakaknya (tetangga Henik di Mojokerto). Pulang dari kostnya Ratih, kamipun nmenyempatkan untuk sholat maghrib dulu di Masjid Jami deket hotel tempatku menginap. Oh iya momen yang gak kulupakan adalah ketika selesai sholat, Ratih menunggu di gerbang untukku selesai sholat dan memakai sepatu. Buat gue, hari ini very very funtastic, klo bisa gue ingin mengulanginya setiap hari. Agar gue sadar bahwa gue sangat mencintai dan menyayanginya dan gue gak akan sampai hati melihat orang yang kucintai dan kusayangi bersedih. Akan kuberikan apapun untuk melihat senyum itu kembali merekah di mukanya. Itulah sedalam-dalamnya cintaku padamu Ratih..

Akhirnya di hotel tempatku menginap kami berpisah, dia masih ada tugas yang harus dikerjakan dan gue ada kehidupan yang harus gue jalanin. Gue pada malam kedua disana tetep aja makan malam di Mc. Donalds depan Toko Oen’s. Sambil makan, gue tetep aja tersenyum-tersenyum gila, gue masih aja tersenyum mengingat kejadian tadi siang. Tapi entah mengapa ada perasaan takut dalam diri gue, gue takut kebahagiaan ini hanya berlangsung sebentar dan entah mengapa pula Ratih sepertinya tidak memiliki ketertarikan yang sama seperti gue. Entah apa gue bisa menerimanya bila nanti kejadiannya seperti itu. Tapi malam ini gue akan tetap menikmati indahnya momen bersama Ratih tadi siang. Teruntukmu Ratih, aku mencintaimu dengan apa adanya dirimu dan jangan kau rubah dirimu, karna kumencintaimu yang seperti ini yang apa adanya, tidak lebih dan tidak kurang.

Second Day in Malang – Minggu, 21 Oktober 2007 (Part 1)

Ngantukk..dan kurang tidur itu yang gue rasakan hari ini. Karna semalam gue abis menelpon beberapa teman gue disini (cewe-cewe semuanya lho.. Ada yang berminat..??). Malam pertama gue di hotel diliputi sedikit cerita menakutkan nich, tadi shubuh gue mimpi buruk, sial.. Jangan-jangan gue dikerjain sama penunggu di hotel nich. Oh iya rencananya untuk hari ini adalah gue mau mengunjungi dan menginspeksi secara mendadak pasar minggu Gajayana (udah kayak petugas kelurahan trus bawa Kamtib untuk ngebongkar lapak-lapak dagangan aja).

Dari obrolan gue dengan riri, theris dan yeny. Sepertinya hari ini gue tetep bakalan untuk mengunjungi pasar pagi yang buka hanya pada hari minggu yang katanya juga udah pindah ke daerah jalan ijen, yang katanya juga dulu itu pasar berada di belakang stadion Gajayana. Mungkin karna proyek mall yang semakin banyak, jadinya itu pasar sampai ikut kegusur (mari kita berdoa dan merenung.. Loh kok udah kayak tulisan bener aja nich gue..).

Trus dari telpon dari tadi malam gue akhirnya akan dijemput theris jam 6 pagi. Yang secara gitu.. si banci foto bernama siluet sapi manis ini sulit banget untuk bangun pagi.. Tapi akhirnya dengan niat yang kuat dan iman yang kuat pula, akhirnya gue bangun jam 5 pagi dan itu pula rekor gue selama ini dimana udah bangun jam segitu trus gue mandi pula.. Secara khan gue kayak kucing gitu yang takut sama air untuk mandi. Trus..truss.. Si theris datang ke hotel pelangi tempat gue nginep sekitar jam 6an pagi. Setelah sebelumnya pada jam 5 pagi gue di kasih sms yang sedikit aneh isinya, yaitu “Komandan.. Bangun..”. Lah emang gue mau upacara pagi bareng sama prajurit yach atau gue mau jadi banci pasar yang pagi-pagi udah di grebek petugas.

Oh iya setelah theris nyampe sini dan kita akhirnya mau berangkat kesana. Ada kelucuan yang mulai bermula dari sini. Pas kita mau nyari angkot menuju pasar pagi, itu ternyata susah banget yach nyari angkot dipagi hari dan hari minggu pula. Akhirnya dengan berat hati kita naek ADL yang melewati pasar besar dan agak sedikit muter-muter dulu entah kedaerah mana dulu, oh iya kita itu naek dengan terlebih dahulu bertanya apakah akan melewati pasar pagi gajayana. Nyampenya gue di pasar itu, gue sempet terperangah dengan daerah di sekitar pasar itu yang ternyata belakangan itu gue baru tau bahwa itu termasuk komplek ijen. Yaitu tempat orang-orang elit di malang yang klo di jakarta itu bernama menteng dan daerah pondok indah yang rencananya mau dilewati busway itu logh.

Dengan gegap gempita dan riang gembira, gue akhirnya sangat antusias sekali jalan-jalan di orchard roadnya versi malang. Yah bedanya tipis lah antara orchard roadnya singapura dengan pasar minggu di malang. Kalo di singapura terlebih di orchard road itu orang yang lewat itu keren-keren, di malang juga gak kalah kerennya cuma disini orangnya agak kusut (belum di setrika kalee..) aja karna mungkin belum mandi udah jalan-jalan keluar rumah dengan bau badan yang apa adanya, serta pakaian yang cukup apa adanya pula.. hahaha...

Oh iya akhirnya gue sarapan dulu disana dengan si theris sambil menunggu yeny datang, oh iya gue makan sarapan disana dengan menu yang sedikit serakah. Gue makan nasi putih dengan lauk urap-urap plus ayam goreng plus paru goreng plus kerupuk plus teh manis hangat.. (gue kelaparan apa doyan tuch..!!) Hmm.. Pokoknya Mak Nyuss dech.. (Inspired by Pak Bondan) Kepingin yach.. Makanya dateng lah ke malang.. (meskipun banyak pula pengemis dan pengamen yang wora-wiri bergantian datang..)

Setelah gue makan, thawaf alias ngiter-ngiternya pun dilanjutkan. Dan akhirnya pula si yeny datang dan mulailah dia dengan pencarian pernak-pernik ke ceweannya dia dan gue dengan kebingungan gue sendiri. Gimana gak aneh coba, mereka mencari barang-barang yang normal untuk manusia pada umumnya eh gue malah liatin orang-orang pada mijit di pinggiran (dalam hati gue bertanya : “ini orang segini banyak mau mijit atau jumpa fans sich atau jangan jangan mereka ini ketipu semua sama tukang pijit..”) hahahaha... Trus gue juga dengan bingungnya melihat orang-orang yang lagi jualan bunga (wah klo ampe emak gue tau, bisa-bisa gue disuruh beli untuk dibawa ke jakarta nich..), trus gue ngeliatin kaos kaki cuma seharga 2000 (ini kayaknya udah kayak kondom dech, alias sekali pake..), trus gue juga ngeliatin orang beli kalender (abisnya orang yang jualannya juga bingung ditanyain sama pembelinya).

Kegilaan gue semakin bertambah ketika kita (gue, yeny dan theris) mau nganterin theris pulang lewat jalan ijen.

Pertama, gue melihat ada becak disana dengan tukang becak didalamnya sedang bengong-bengong gak jelas. Akhirnya gue bilang sama mereka.. “eh kita foto-foto yukk, tapi fotonya di becak, ntar kita jadi tukang becaknya dan si tukang becak jadi penumpangnya..” trus temen gue dengan sinisnya mulai merasa mereka jalan dengan orang gila nich. Hahaha...

Kedua, gue ngeliat ada tukang minta-minta lagi duduk, entah dia lagi nyanyi jawa atau lagi minta-minta karna gue gak ngerti bahasanya doi. Nah kegilaan berikutnya gue ngomong lagi sama mereka. “Eh ntar fotoin gue yukk sama tukang minta-minta itu ntar gue merangkul dia trus sambil telapak tangan keatas sambil minta-minta dan tersenyum..” hahhaaha.. Paraah emang nich gue.. Jadi tukang minta-minta kok jadi cita-cita.. paraaaaahhh si siluet sapi..

Ketiga, gue liat patroli polisi lengkap dengan mobil patrolinya disana, gak ada yang aneh sich. Tapi gue langsung ngomong lagi sama mereka.. “eh fotoin gue yach sama pak polisi nanti gue akan berada di tengah-tengah mereka dengan background mobil polisi dan jalan ijen..” Duch ntar gue disangka napi atau jangan-jangan orang akan mengira inilah dia calon walikota malang berikutnya. Hahahaha..

Keempat, untuk kegilaan gue yang terakhir ini, gue ngeliat ada patung bernama patung TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar Jawa Timur).. Trus gue nanya sama temen-temen gue.. “eh boleh gak yach gue foto di patung itu..??” Dan dengan lugas dan tegasnya mereka bilang.. “Ya boleh lah..” Tapi gue langsung jawab.. “Tapi fotonya naek kepatungnya lho..!!”. Dan dengan pandangan sinis yang sama, mereka pun sepertinya sudah melihat tulisan di jidat gue yang tertulis “Awas, belum sembuh..!?!?” Oh iya gue sedikit norak liat itu patung karna warnanya kalo gak salah agak keemasan. Lucu juga kali yah patungnya pak Sudirman di warnai jadi kuning, ntar khan disangkanya emas.. he..he.. (maaf pak Sudirman..)

Pulang dari pasar minggu, akhirnya gue balik ke hotel lagi dengan yeny yang mengantarkan dengan terlebih dahulu kita nganterin theris pulang. Dan gue sarapan lagi dengan bubur ayam bersama dengan yeny dan makan cilok di pinggiran jalan ijen. Udeh kayak nyonye dan tuan di gedongan.. (red : Benyamin S. song)

First Day in Malang - Sabtu, 20 Oktober 2007

Huihh.. Capek dan lelah namun mengasyikan, itu merupakan kata pertama yang bisa gue ucapkan ketika si siluet sapi ini melangkahkan kakinya di stasiun Malang. Setelah sehari semalaman gue berada digerbong kereta api bernama Gajayana dan disebelah gue ibu-ibu 3 orang bersaudara yang terus-menerus menekan dan mengintervensi serta menggoda gue dengan mempromosikan anak-anak wanitanya sama gue disepanjang perjalanan dari mulai stasiun Gambir Jakarta sampai dengan stasiun Malang. Panjang yach penderitaan gue.. Tapi dengan iman seadanya dan imron se luar biasanya, akhirnya gue kuat untuk menahan godaan untuk tidak jadi banci mupeng sama anak-anak mereka (secara gitu logh, salah satu anak mereka ada yang cantik). But, that is a great experience with a new person in a train.

Oh iya gue belum bilang. Ini merupakan perjalanan ternekat gue ke kota Malang (percaya gak loe ??). Karna, secara yach.. Gue itu gak pernah sendirian kalo ke Malang. Semua hanya untuk R***h.. Andai ia tahu..!!

Cerita ini bermula dari gue mulai menelpon Dina yang katanya mau jemput gue di stasiun, eh ternyata dia lagi dengan indahnya masih berada di Mojokerto, dengan tidak bersalahnya dia masih belum berangkat juga dari sana. Parah emang tuch temen gue yang satu itu, tapi itulah Dina, klo gak gitu bukan Dina namanya. Trus singkat cerita abis gue telpon Dina, akhirnya kuberanikan diri untuk menuju ke Hotel Pelangi, dengan menggunakan becak sebagai alternatif pertama kendaraan tuk menuju ke hotel. Berikut kutipan obrolan aneh gue dengan si tukang becak :

Gue : Pak Becaknya Pak.. *Macam gue aja yang punya perusahaan becak di Malang.*

Tukang Becak : Oh iya Pak, Monggo Pak Monggo..

Gue : Hotel Pelangi deket alun-alun pak..

Tukang Becak : Oh iya, gampang pak.. Silahkan Pak.. *Gampang..!! emangnya maen gundu.*

Gue : Iya gampang pak tapi brapa Pak?? “dengan nada kesel gue nanya”

Tukang Becak : Penglaris Pak, mumpung lebaran..

Gue : Iya tapi berapa pak..?? “Gak lucu khan klo tiba-tiba disuruh bayar lima puluh ribu..”

Tukang Becak : Ya dua puluh ribu aja pak..

Singkat cerita akhirnya setelah gue berjibaku sambil mengeluarkan bau badan serta keringat yang menempel dibadan akhirnya nominal yang disetujui adalah Rp. 12000, itupun setelah gue mencoba menawar seperti banci kaleng dikejar kamtib trus ketemu tukang becak badrun. He..he..

Setelah sampai di Hotel Pelangi deket alun-alun kota malang dan check in, disinilah masalah baru muncul, katanya si Receptionist gue check in terlalu pagi dan alhasil kamarnya masih banyak yang lagi dibersihkan (capek dech..!!), tapi setelah itu akhirnya gue mendapatkan kamar juga klo gak salah nomornya itu 212 (nomor kamar Wiro Sableng untuk tempat nginep orang Sableng). Trus masalah kedua dateng, karna gue mau mandi dan secara gitu logh, handuknya gak ada. Akhirnya setelah hampir menunggu 2 jam akhirnya ada juga yang mengantarkan handuknya. Masalah pertama selesai, kemudian masalah kedua datang, si Dina setelah hampir 3 jam gue mengacangi diri gue sendiri di hotel belum juga menunjukkan batang hidung atau belahan dadanya (gunung kelud kalee..).

Tapi pada akhirnya si Dina datang juga dan ternyata dia datang bersama Ririn (my friend too in previous story). Kemudian kita segera keluar dari hotel untuk makan di didepan stasiun yang disebut dengan nama warna warni (kayak nama acara teve jaman dulu). Lumayan kenyang dan enak karna gue juga harus minum obat. Keluar dari sana kita bingung mau kemana lagi, akhirnya gue putuskan untuk mencari buah tangan berupa keripik yang notabene ada di daerah sanan. Dari depan stasiun kami naek angkot AMG menuju sanan (setelah sebelumnya gue bercanda-bercanda dengan gilanya di pinggir jalan didepan warna-warni, noraks yach..) dan gue sempet memborong satu kardus keripik untuk teman-temanku tercinta.. Duch baeknya diriku.. he..he..

Habis dari sanan dan warni warni, kami kembali lagi ke hotel untuk naruh barang-barang dulu tuk kemudian kami jalan-jalan lagi ke Toko Oen’s untuk membeli es krim dan Teh Botol sosro (makan ati sich). Oh iya ini bagian terserunya, pada saat selesai makan di warna warni, otak gue yang dipenuhi dengan ide gila ini mau mengajak temen-temen gue tuk foto di warna warni, tapi sayang akal sehat mereka masih mengalahkan akal gile gue. Trus ketika sekembalinya dari daerah produksi kripik di Sanan, gue punya pikiran gila lagi tuk foto-foto di pinggiran jalan sambil nunggu angkot yang notabene waktu itu rame banget orang. Tapi akhirnya dengan kegilaan yang makin memuncak akhirnya kami foto-foto di dalam angkot (Ampuunn DJ.. Banci Foto ya Boo...). Trus akhirnya mereka kembali pulang ke mojokerto dan gue sendirian lagi di hotel, malem harinya gue makan di Mc D. Dan rencananya besok gue mau ketemu R***h. Mudah-mudahan semuanya dapat berjalan dengan lancar. Hopefully.. (tetap semangat dan optimis untuk mendapatkannya..).

NB : Seragam kita waktu itu dipenuhi dengan atasan warna hitam.. (Secara yach gue pake kaos item, Dina pake cardigans hitam dan begitu pula ririn. Udah kayak Trio Kwek-Kwek mau tampil di acara pemakaman).

Kayaknya cardigan merupakan hal yang masih cukup baru bagi mereka. Wekss.. Kaburrr.. Piss yo... Noraks yach..!!


Awas ada Banci Shopping tertangkap kamera didalam angkot.. Dan awas ada 2 orang tidak dewasa maen ayunan anak-anak.. hahahaha...



Friday, August 17, 2007

Kebayoran Baru Kota Taman Pertama Karya Arsitek Lokal

Oleh Nirwono Joga, arsitek lanskap

ADOLF Heuken dan Grace Pamungkas (2001) menulis, kawasan Menteng di Jakarta Pusat merupakan kota taman pertama di Indonesia, tentunya yang dirancang para arsitek Belanda. Namun, banyak warga Jakarta yang belum tahu bahwa Kebayoran Baru di Jakarta Selatan adalah kota taman pertama di Indonesia yang dirancang arsitek lokal, Moh. Soesilo (1948).

SUNGGUH mengherankan dan naif membaca usulan rencana sebagian pengusaha yang disampaikan (didukung) Pemerintah Kota Jakarta Selatan untuk mengubah fungsi peruntukan Kebayoran Baru dari kawasan perumahan menjadi kawasan usaha (Kompas, 10/6).

Padahal, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta Nomor D.IV-6099/33/ 1975, kawasan Kebayoran Baru ditetapkan sebagai Kawasan Pemugaran. Bahkan, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jakarta 2000-2010 telah menetapkan sebagian besar kawasan Kebayoran Baru sebagai Kawasan Perumahan/Hunian. Maka, Kebayoran Baru seharusnya dilindungi dan dilestarikan sebagai contoh warisan budaya kota taman pertama di Indonesia. Bukan malah digadaikan.

Menilik dari sejarah perkembangan Kota Jakarta, aset dan potensi Kebayoran Baru memang layak dikategorikan sebagai kawasan cagar budaya. Hal ini diperkuat oleh Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya. Pada Pasal 1 (1) disebutkan, benda cagar budaya adalah benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak yang berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya atau sisa-sisanya, yang berumur sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

Dengan demikian, kota taman Kebayoran Baru yang telah berusia lebih dari 50 tahun dapat dikategorikan sebagai kawasan cagar budaya yang patut dilindungi, dilestarikan, dan dikembangkan secara hati-hati, seperti yang sudah diatur dalam Perda No 11/1988 tentang Ketertiban Umum di wilayah DKI Jakarta, Perda No 6/1999 tentang RTRW Jakarta 2000-2010, serta Perda No 9/1999 tentang Perlindungan dan Pemanfaatan Lingkungan Kawasan Benda Cagar Budaya.

Artinya, segala macam kegiatan preservasi, konservasi, restorasi, rehabilitasi, rekonstruksi, renovasi, dan atau revitalisasi dalam kawasan Kebayoran Baru, apalagi untuk kegiatan komersial, harus didahului kajian analisis dampak lingkungan dan sosial, serta studi kelayakan konservasi dan pengembangan kota, yang mendalam dan independen.

Bagi pemerintah daerah, seperti Dinas Tata Kota, Dinas Pertamanan, Dinas Pertanian dan Kehutanan, Dinas Pariwisata, Dinas Museum dan Pemugaran, Dinas Kebudayaan, dan Kantor Pelayanan Pemakaman, serta anggota DPRD, sudah selayaknya menjadikan Kebayoran Baru sebagai laboratorium hidup bahan kajian studi banding gratis degradasi dan pengelolaan kota taman. Dengan demikian tidak perlu studi banding ke luar negeri, seperti ke Singapura, Kuala Lumpur, Melbourne, London, atau New York, yang tidak pernah jelas hasil dan laporannya.

Kebayoran Baru merupakan adaptasi kota taman bergaya Eropa (Belanda) dalam iklim tropis sehingga sering disebut sebagai kota taman tropis yang banyak dikembangkan oleh Thomas Karsten di beberapa kota di Jawa (Bogor, Bandung, Malang) dan luar Jawa, di mana arsitek Moh. Soesilo adalah salah satu muridnya.

Kebayoran Baru memiliki konsistensi hierarki jalan dan peruntukan lahan yang jelas, mulai dari Blok A hingga Blok S. Sebagai kota taman, Kebayoran Baru dirancang didominasi ruang terbuka hijau (RTH) lebih dari 30 persen dari total luas kota Kebayoran Baru 720 hektar. Suatu hal yang kini sulit diwujudkan oleh Kota Jakarta sekarang maupun dalam perencanaan kota di Indonesia.

Taman kota (Taman Puring, Taman Patung Tumbuh Kembang, Taman Langsat, Taman Leuser, Taman Barito, Taman Christina Marta-Tiahahu, Taman PKK), taman pemakaman umum (TPU Blok P yang sudah digusur, TPU Kramat Pela), lapangan olahraga (Blok S yang bersejarah, Al Azhar), jalur hijau jalan raya, dan bantaran sungai saling menyatu dengan didominasi deretan pohon besar berusia puluhan tahun berdiameter lebih dari 50 sentimeter yang harus dilindungi.

Kebayoran Baru dikelilingi oleh sabuk hijau bantaran Kali Grogol di Barat dan Kali Krukut di timur, serta kompleks Gelora Bung Karno di utara. Fasilitas ruang publik dengan konsep taman-taman penghubung (connector park), seperti yang biasa ditemukan pada kota-kota taman di Singapura, Melbourne, atau London, disediakan dalam bentuk taman kota dan taman lingkungan yang tersebar sistematis, terencana, dan saling berhubungan tak terputus disesuaikan dengan peruntukan hunian.

Pemerintah daerah seharusnya dapat belajar di sini untuk diterapkan dalam pembangunan taman interaktif di perkampungan kumuh dan padat penduduk dan pengembangan RTH kota secara keseluruhan.

Kebayoran Baru juga masih memiliki cadangan RTH cukup luas yang merupakan halaman hijau bangunan, seperti di Hotel Dharmawangsa yang eksotik, American Club, Kantor Kejaksaan Agung RI, SMA 70 Bulungan, Kompleks Yayasan Al Azhar, Kantor Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah, serta Mabes Polri.

Namun, jika tidak ada upaya negosiasi dengan pengelola lahan melalui pola kemitraan hijau, cadangan RTH tersebut dapat saja digusur setiap saat digantikan bangunan instansi pemilik lahan. Ironisnya, penggusuran RTH tampaknya akan terus berlanjut tanpa terkendali dan sanksi tegas, seperti pengurukan situ menjadi golf drive range, dan penggusuran TPU Blok P menjadi Kantor Wali Kota Jakarta Selatan (1997).

Perubahan peruntukan lahan diperparah dengan perubahan fungsi bangunan rumah menjadi tempat usaha secara tak terkendali dan telah merusak pembagian kapling (blok-blok) Blok A sampai Blok S, dan arsitektur bangunan khas, yang telah direncanakan sebelumnya. Bangunan-bangunan baru tumbuh menggusur bangunan lama dengan arsitektur yang tidak selaras dengan bangunan lama di sekitarnya.

KEBAYORAN Baru memiliki kekayaan warisan budaya arsitektur bangunan yang sederhana, modern, dan tropis yang semestinya harus dilindungi. Berbagai tipe bangunan hunian dengan berbagai ukuran dan gaya berbeda melatarbelakangi sejarah panjang kota taman ini.
Konservasi tipe-tipe bangunan bersejarah seperti rumah besar di Jl Sriwijaya, Jl Adityawarman, Jl Galuh, Jl Kertanegara, Jl Daksa, Jl Erlangga, Jl Pulokambeng (Blok J dan L); rumah sedang (300-500 meter persegi) di Jl Lamandau dan Jl Mendawai (Blok D); rumah kecil berdiri tunggal maupun gandeng dua (200 meter persegi) di Jl Kerinci (Blok E) dan di Jl Gandaria (Blok C), rumah jengki di Jl Sinabung yang dirancang Moh Soesilo, arsitek kota Kebayoran Baru; rumah deret mungil dan cantik di Jl Brawijaya; serta gedung dan flat Bank Indonesia di Blok J, dan flat Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian di Jl Wijaya yang termasuk gedung modern pada zamannya.

Selain itu masih ada Masjid Al Azhar, Masjid At Taqwa, Gereja Santa Perawan Maria, Gereja Pantekosta, Gereja Santo Yohanes, serta tak ketinggalan kediaman (alm) Ibu Fatmawati di Jl Sriwijaya 26 yang sangat bersejarah.

Kebayoran Baru juga sudah merencanakan pusat-pusat perniagaan, seperti Pasar (tradisional) Santa, Pasar Blok A dengan menara airnya yang menjadi landmark, Pasar Mayestik, dan Blok M, serta kios-kios bunga, buah, dan burung yang berada di sekitar Jl Barito, yang masih dapat dikembangkan lebih optimal ketimbang mengubah kawasan perumahan secara keseluruhan menjadi kawasan usaha.

Sudah bukan rahasia umum pula jika lokasi-lokasi RTH strategis, seperti Taman Langsat, Taman Leuser, dan Taman Barito, telah lama diincar para pengusaha untuk bangunan komersial (mal, apartemen, atau hotel). Sementara di sepanjang jalan utama telah banyak rumah yang berubah menjadi kantor, toko, kafe, galeri, atau tempat usaha lainnya. Jika tak segera diambil langkah pengendalian yang tegas, bisa dipastikan kota taman Kebayoran Baru akan hancur berubah menjadi kawasan lain yang semrawut dan tidak beridentitas lagi.

Penyusunan pedoman konservasi dan pengembangan kota dapat ditempuh melalui pendekatan dari bawah, dengan mengakomodasi karakteristik masing-masing kapling sesuai dengan permasalahan yang dihadapi, potensi yang dimiliki, dan prospeknya terhadap peningkatan kualitas kota taman.

Dengan semangat kemitraan, hasil perencanaan sebagai alat komunikasi yang informatif antara pemerintah daerah dan pengusaha didampingi konsultan yang berwawasan lingkungan dan konservasi kota (sebagai pemrakarsa) dengan warga pemilik kapling (stakeholders), tokoh masyarakat, akademisi, dan lembaga swadaya masyarakat.

Hasilnya adalah pemahaman bersama untuk mewujudkan pengembangan kota yang realistis untuk dibangun tanpa harus mengorbankan kualitas kota taman.

Komitmen dan konsistensi pelaksanaan pembangunan fisik kota harus diimbangi dengan konservasi RTH secara ketat dan disiplin dalam menata ruang kota, serta pengendalian fungsi bangunan rumah. Tidak semua lahan harus dipenuhi bangunan gedung perkantoran, ruko, mal, hotel, atau apartemen, dan tidak semua rumah harus dijadikan tempat usaha.

Kebayoran Baru sebagai kota taman merupakan aset, potensi, dan investasi RTH Kota Jakarta yang memiliki nilai ekologi, ekonomi, edukatif, dan estetis, yang notabene menjamin keberlanjutan lingkungan hidup kota dengan konsisten untuk kemudian menjadikan kota sebagai pusat perdagangan jasa dan tujuan wisata.

Sumber: Harian Kompas, Jumat, 06 Agustus 2004

Sunday, August 12, 2007

Tornado Oh Engkau Tornado..


Siang all, hari ini kayaknya hari minggu dech.. Karna sekarang gue lagi ada dirumah nich (he..he.. jayus yach). Oh iya ada cerita menarik nich, beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 8 Agustus 2007 telah terjadi ajang terbesar sepanjang abad kota Jakarta yang kucintai ini yaitu pemilihan gubernur DKI Jakarta. Secara gitu loh, baru kali ini rakyat Jakarta memilih gubernurnya, cuma sayangnya calonnya itu cuma 2 coba kalo ada 3 atau 4 pasti seru bisa diajak maen domino atau truf atau cangkulan atau poker.. (maen kartu kalee...)

Pastinya pada hari itu tepat pukul 9.30 pagi gue pergi ke TPU eh salah ke TPS, kalo TPU mah kalo ada yang mati kalee.. Dan gue berjalan dengan gegap gempita dan riang gembira menuju ke TPS yang telah ditunjuk. Dengan langkah pasti gue menunggu untuk dipanggil menuju bilik suara, secara juga gitu logh kalo gak ada gue khan gak rame.

Setelah gue memilih calon yang gue anggap akan mendapatkan suara yang minoritas dan jari kelingking telah tecelup dan ternodai oleh tinta yang tidak bertanggung jawab, akhirnya gue pulang kerumah.

After all, gue ada janji sama temen-temen kantor tuk pergi ke Dufan setelah acara ke TPS, katanya sich rencananya kita mau melepas penat dan jenuh dikepala. Tapi satu pertanyaan gue, harus yach kita ke Dufan?? Bukannya tambah stress tuch??

Akhirnya gue nyampe kantor dan sambil menunggu untuk menuju ke TKP (kok semua singkatan gue hari ini depannya T terus yach.. Tanya kennapa??) alias menuju ke Dufan gue sempatkan dulu untuk minum teh botol So**o (maaf tidak bisa menyebutkan produk nanti disangkanya iklan trus nanti gue gak dapet royalty dan bisa-bisa gue nanti makan ati deh). Setelah kenyang minum akhirnya kita menunggu satu-satunya peserta wanita yang datang terlambat ( aka : Lina ). Dengan hati yang penuh dengan perasaan yang menderu-deru akhirnya kita sampai di Dufan dengan selamat pastinya, parah banget dech drivernya ( aka : Bambang ), dia gak mau masuk tol dan secara klo lewat jalan biasa khan lebih lama.

Setelah di dalam Dufan kita kehilangan 2 anggota yang berjalan sendiri-sendiri ( aka : Widhi dan Dono ). Game pertama yang mau dicoba itu tenyata Tornado yaitu permainan baru yang menantang adrenalin dan syahwat kita, yuuk marii. Tadinya itu gue sama sekali gak minat naek itu game, tapi ternyata caci-maki dari temen-temen dengan perkataan cemennya itu lebih menakutkan daripada harus tidak naek Tornado. Dalam antrian yang panjang gue terus berpikir apakah gue harus tetap melanjutkan tantangan ini atau kabur dengan syarat hilang semua harga diri (secara ada si Lina, ntar gue di cap cemen lagi sama doi). Didalam antrian pula gue coba menghibur diri dengan bercanda sama temen-temen. Dan pada saat sudah naek iatu Tornado yang bisa gue bilang cuma EEDDDAAAAAANNNN, GiiiLLLaaaaa, SSsssaaaaaKkkkkiiiiiiTTTttttt ini wahana...

Edan, edan dan edan, cuma kata-kata itu yang terus bergeming didalam otak gue yang mulai tumpul ini. Tapi setelah naik itu wahana (game) dan dengan kejepitnya barang gue (secara dipontang-panting kesana kemari), gue melihat bahwa wahana yang lain seperti Niagara, Halilintar, Arung Jeram, Istana boneka (weks..) itu sudah tidak begitu menakutkan. Walaupun akhirnya juga dibawah tekanan dari temen-temen dan kata cemen itu, gue naek wahana-wahana yang sudah disebutkan diatas.

Tapi yang pasti gue seneng banget bisa refreshing bareng sama temen-temen kantor dan bos juga. Karna jarang-jarang hal kayak begini bisa terjadi dan makan di bandar jakarta pula trus dibayarin sama bos pula (thanks to bos toto). That’s it my story today.. See you soon in my next episode of life..


PS : - TPU (Tempat buat ngubur orang)

- TPS (Tempat orang nyolok gambar orang)

- TKP (Tempat apa yach?? Tempat begituan dech)

- Tornado (Temennya Torpedo kalii.. )

- aka (Senjata buat bunuh orang, eh salah itu AK47, alias tau..)

Friday, July 20, 2007

Lirik Lagu yang Paling Gue Banget -2-



-Goodbye My Lover- (James Blunt)

Did I dissapoint you or let you down?
Should I be feeling guilty or let the judges frown?
'Cause I saw the end before we'd begun,
Yes I saw you were blind and I knew I had won.

So I took what's mine by eternal right.
Took your soul out into the night.
It may be over but it won't stop there,
I am here for you if you'd only care.

You touched my heart you touched my soul.
You changed my life and all my goals.
And love is blind but then I knew it,
My heart was blinded by you.

I've kissed your lips and held your head.
Shared your dreams and shared your bed.
I know you well, I know your smell.
I've been addicted to you.

Goodbye my lover.
Goodbye my friend.
You have been the one.
You have been the one for me.(2x)

I am a dreamer and when I wake,
You can't break my spirit - it's my dreams you take.
And as you move on, remember me,
Remember us and all we used to be

I've seen you cry, I've seen you smile.
I've watched you sleeping for a while.
I'd be the father of your child.
I'd spend a lifetime with you.

I know your fears and you know mine.
We've had our doubts but now we're fine,
And I love you, I swear that's true.
I cannot live without you.

Goodbye my lover.
Goodbye my friend.
You have been the one.
You have been the one for me.(2x)

And I still hold your hand in mine.
In mine when I'm asleep.
And I will bear my soul in time,
When I'm kneeling at your feet.

Goodbye my lover.
Goodbye my friend.
You have been the one.
You have been the one for me.(2x)

I'm so hollow, baby, I'm so hollow.
I'm so, I'm so, I'm so hollow.(X2)

Malang, Little Town in East Java

-30 Nopember 2005-

Wah Jetlag kata pertama gue.. Bukan karna pesawat tapi karna kereta apinya telat hampir 4 jam, pas gue baru balik dari malang. Tapi seru bgt walaupun hanya 3 hari di malang, jawa timur. Sampai sekarang gue gak nyangka ditempat sedamai itu ternyata tempatnya teroris mangkal...

Buat loe semua yang lagi pusing bisa dateng kesana untuk refreshing atau jalan-jalan gak jelas kesana. Asyik lah pokoknya...

Malang, Apple City... I'm gonna missed it..

Dialog Film Ungu Violet yang paling menyentuh

Dalam kesendirian kian lama kurasakan kebenaran sebuah ungkapan lama, betapa nilai seseorang sangat terasa justru ketika dia tiada. Dan ketiadaanmu memberikan petunjuk yang amat nyata betapa rapuh jiwaku dalam kesendirian dan betapa utuh dalam kebersamaan denganmu. Hanya ada satu kata yang mampu mengungkap semuanya yaitu cinta, namun ada satu hutang yang selama ini belum terbayarkan, kurasa sudah tiba saatnya aku bercerita kenapa dengan cinta itu aku justru menjauh darimu.

Kalin, maaf klo semua tidak berjalan seperti yang kita mau. Kadang kita berharap tuhan akan menunjuk jalan kita dan membuka sedikit tabir rahasianya. Seperti matahari yang terbit di timur dan terbenam di barat atau seperti waktu yang tidak pernah berhenti, perasaanku akan selalu dekat denganmu. Sepi bicara betapa sempitnya waktu betapa terasa besarnya cinta, jikapun aku percaya ada hidup setelah mati kita tidak akan pernah bertemu lagi. Kalin, kita selalu mencoba untuk menghargai hidup agar lebih berarti, meskipun kecil tapi embun adalah pertanda datangnya musim semi. Suara burung atau bunyi yang indah adalah bukan pilihan, keduanya akan selalu ingin kita nikmati. Jika aku harus memilih aku tidak akan memilih karna angin akan selalu membawa legenda cerita kita yang akan selalu berakhir bahagia. Hanya waktu yang bisa merenggutmu dari aku.

Lirik Lagu yang Paling Gue Banget


James Blunt - You're Beautiful

My life is brilliant.
My life is brilliant

My love is pure.

I saw an angel.
Of that I'm sure.
She smiled at me on the subway.
She was with another man.
But I won't lose no sleep on that,'Cause I've got a plan.

You're beautiful.
You're beautiful.
You're beautiful, it's true.
I saw your face in a crowded place,
And I don't know what to do,
'Cause I'll never be with you.

Yes, she caught my eye,
As we walked on by.
She could see from my face that I was,
Fucking high, And I don't think that I'll see her again,
But we shared a moment that will last 'till the end.

You're beautiful. You're beautiful.
You're beautiful, it's true.

I saw your face in a crowded place,
And I don't know what to do,
'Cause I'll never be with you.

La la la
la la la la la la

You're beautiful. You're beautiful.
You're beautiful, it's true.
There must be an angel with a smile on her face,
When she thought up that I should be with you.
But it's time to face the truth,
I will never be with you.

Sunday, July 15, 2007

Dua Hari Untuk Selamanya

Hmm.. Kalimat pertama gue buat hari ini karna gue lagi agak-agak bosen nich. Oh iya Dua Hari untuk selamanya, mengingatkan gue sama salah satu judul Film yang belum lama ini diputar di bioskop-bioskop kesayangan kita.. (kita?? Yuukk..).

Kisah ini bermula dari bulan kemarin dimana gue kepingin pergi ke Bandung tapi gue bingung mau kesana sama siapa, karna bukan tanpa sebab gue perlu ditemenin karna gue juga gak tau Bandung (taunya cuma cipularang dan pintu keluar Tol Buahbatu).

Oh iya gue ini pingin kebandung karna ada temen gue nyang dari semarang datang ke Bandung, padahal tadinya katanya mau ke Jakarta (capek dech Sulis..). Akhirnya jiwa kelelakian gue keluar, akhirnya gue nyang ngalah tuk pergi kesana.

Dan akhirnya pula berbekal mobil pinjeman dari kantor berwarna merah (red: Telkomsel) akhirnya gue niatkan mau kesana, dan akhirnya pula gue punya temen untuk gue ajakin kesana dan baru hari ini gue punya julukan buat dia sebagai last minute friend (red: Dina Bantet). Untuk tau lebih siapa itu Dina, mungkin bisa dibaca ditulisan gue sebelumnya.

Kurang ajarnya si Dina Bantet itu dia itu bersedia nganterin (nemenin) gue ke Bandung dengan syarat jemput dia dulu di kostannya di Depok. Nah.. Disini kedongkolan gue muncul, coba bayangin (bentar dulu mari kita berimajinasi tuk membayangkan..) secara gitu loh rumah gue tuch di kuningan jakarta selatan dan dia di depok jawa barat. Yang ada juga waktu tempuh rumah gue ke Bandung itu sama dengan dari tempat gue ke Depok.

Dan akhirnya pula (yang kedua kali dari Dan akhirnya pula..) gue juga yang akhirnya mengalah tuk kesana jemput dia dulu baru dech kita ke Bandung. Bayangkan lagi energi dan bensin dan duit gue yang terbuang percuma tuk hanya jemput tuh manusia satu.

Trus berbekal doa, airmata dan tenaga serta uang yang seadanya akhirnya gue berangkat dari rumah menuju Bandung yang terlebih dulu menjemput si Bantet, total waktu memakan lebih dari 4 jam plus makan dulu di Tol maklum sopirnya gak gantian alias gue terus yang nyetir, pabrik gula aja ada liburnya apalagi gue manusia juga butuh makan khan (sugeng juga manusia..). You know why khan?? Sorry hari ini gue lagi agak crazy nich jadi agak-agak gak jelas tuch.

Sesampainya disana (keluar tol buahbatu), gue mulai panik dan paranoid dan secara gue langsung blank soal bandung. Oh iya akhirnya seperti orang buta yang lagi bingung jalan, akhirnya pula gue di guide oleh salah satu temen gue si sulis tuk ketemuan di lapangan gazebu. Menegangkan, mencekam, menakutkan tapi seru nyari itu lapangan.. (maaf kalo agak sedikit berlebihan nich.. he..he..)

Alhasil setelah dari itu lapangan plus nongkring disana, akhirnya kita nyari penginapan buat istirahat dan keesokan harinya kita keliling Bandung hanya untuk mencari yang namanya pakaian murah (Factory outlet) dan makanan enak (lebih tepatnya murah plus enak plus gratis kalo bisa). Tapi sayangnya Bandung muacet banget itu hari. Mulai dari Ciwalk trus ke Dago trus ke Riau trus balik lagi ke Jakarta gue jalani tanpa gantian bawa mobil dan nyaris collapse (hilang kesadaran) selama sedetik ketika perjalanan pulang di tol dari Bandung. Edan banget dech..

Buat vendor Siemens (Sulis) thank yach buat undangan dan traktiran makannya, trus buat vendor IT (Dina Bantet) thanks buat waktunya udah mau nemenin gue ke bandung dan “lain-lainnya” apaan tuh??

Oh iya saran gue buat yang lain, ternyata seenak-enaknya bawa mobil. Baru gue sadarin kalo di supirin mobilnya itu jauh lebih enak lho.. Jadi jangan belagu karna loe punya mobil, tapi belagulah kalo loe udah di supirin trus kalo mau turun dari mobil dibukain pintunya.. (he..he.. sumpah yang pasti itu bukan keadaan gue banget sekarang..). Viva Bandung, Viva neng Geulis Bandung.. Yuukkk...

Bandung.. I will coming again..

Friday, June 22, 2007

Build Me a Son -- Bacaan Yang Cukup Bagus..

Build Me a Son

General Douglas A. MacArthur

Build me a son, O Lord,
who will be strong enough to know when he is weak,
and brave enough to face him self when he is afraid;
one who will be proud and unbending in honest defeat,
and humble and gentle in victory.

Build me a son whose wishbone will not be
where his backbone should be;
a son who will know Thee- and that
to know himself is the foundation stone of knowledge.

Lead him, I pray, not in the path of ease and comfort,
but under the stress and spur of difficulties and challenge.
Here, let him learn to stand up in the storm;
here, let him team compassion for those who fall.

Build me a son whose heart will be clear, whose goals will be high;
a son who will master himself before he seeks to master other men;
one who will learn to laugh, yet never forget how to weep;
one who will reach into the future, yet never forget the past.

And after all these things are his,
add, I pray, enough of a sense of humor,
so that he may always be serious,
yet never take himself too seriously.

Give him humility, so that he may always remember
the simplicity of true greatness,
the open mind of true wisdom,
the meekness of true strength.

Then I, his father, will dare to whisper,
“I have not lived in vain.”

Friday, May 25, 2007

Catatan Hari ini...

Pagee all.. Another my busy day again. Oh iya tadinya gue mau menulis tentang kisah kasih gue di Malang, namun kisah tadi malam lebih mendebarkan dan membuat jantung sempat terhenti meskipun akhirnya berdetak kembali, tapi gue ceritain dulu sekelumit kisah gue dulu dimalang. Disana gue banyak sekali menemui orang yang baik sama gue. Yang cukup care pada sesuatu yang kita anggap mungkin hal itu sepele, tapi tidak untuk mereka. Tentang sesuatu yang disebut dengan kata disiplin baik itu didalam cinta dan kehidupan, tentang bagaimana kita harus menepati suatu janji kepada orang lain, tentang banyak hal yang tidak gue temui sehari-hari di ibukota tercinta ini.

Oh iya pengumuman, hari ini gue mau ke Bali. Duch asiknya abis dari Malang minggu kemarin sekarang udah jalan-jalan lagi, ke Bali pula. Entah mengapa gue mulai semangat lagi untuk menceritakan kehidupan gue di Blog ini. Kok jadi semacam kayak announcement terhadap hidup gini yach.. Oh iya hari ini flu gue yang agak –agak rese ini mulai agak sedikit annoying.

Ya udah besok-besok aja dech gue ceritainnya soal tadi malam. Karna agak-agak gugup nich hari ini..

Catatan 24 Mei 2007

Morning All.. After a long time Siluet Sapi has been sleeping for a couple months. Akhirnya gue mencoba dengan segenap hati dan tenaga serta pikiran untuk mencoba menulis lagi blog gue yang tercinta. Sebenarnya ada banyak sekali pikiran dan pengalaman yang tadinya ingin saya tulis didalam blog ini namun dikarenakan kesibukan dan kemalasan yang ada pada diri gue makanya blog ini jadi nganggur giitu dech.

Firstly, gue mau mengucapkan alhamdulillah kepada Tuhan Pencipta Alam Semesta yaitu Allah SWT, karna sampai hari ini saya masih dianugrahkan nikmat sehat dan iman darinya. Oh iya ngomong-ngomong gue itu baru aja dari malang lho. Tahu kota Malang di Jawa Timur gak?? Dasar Katrooo, Ndeessooo.. He..He.. Sorry Om Tukul istilahnya saya pakai.

Oh iya nanti abis ini gue ceritain tentang pengalaman gue di kota Malang yang notabene kurang lebih 4 hari gue berada disana.

So prepare yourself and enjoy it.. oke..

Monday, January 22, 2007

So Stupid and Silly Me

Today is monday, and i hate this monday.. Karna ada beberapa kenangan di hari minggu kemarin yang bisa dibilang bodoh, buruk, memalukan dan menggelikan (penasaran yach..).

Ceritanya sich kemarin gue jalan ke BlokM Plaza with my friend. Ngumpulnya sich sesuai kesepakatan langsung kesana jam 2.30 siang. Sedang waktu itu gue lagi ada dirumah sekitar jam 12.00 an siang. Sayup-sayup kipas angin dan empuknya kasur membuat gue ketiduran sampai nyaris terancam susah bangun. Akhirnya dengan tekad yang kuat dan semangat yang setengah sadar, gue bangun di jam 2 kurang 15 menit.

Akhirnya gue langsung kelabakan, trus mandi plus dandan dan pake baju semuanya dalam waktu yang terhitung sangat cepat (maklum turunan the Flash). Akhirnya gue berangkat bersama si Tigi (Tiger Merah ku tercinta) dan jaket Eiger ku (alias rain coat gue). Kesalahan bermula dari gue berangkat dari rumah, gue pake jaket Eiger yang notabene merupakan jaket hujan dan alhamdulillah waktu itu Jakarta lagi cerah banget (panas banget), alhasil itu jaket jadi kayak spa berjalan. Gila boo panas banget sampe ke helm gue tuch keringat mengucur dengan derasnya. Dan alhasil itu kaos gue didalam jaket Eiger bukan hanya jadi Gelisah (Geli-Geli Basah), tapi udah jadi Gelijir (Geli-Geli Banjir). Ditengah keresahan gue dengan keringat yang terus mengucur akhirnya gue nyampe juga ditempat tujuan yaitu BlokM Plaza.

Sesampainya di tempat yang gue anggap jauh karna ada Plaza Semanggi dan Setiabudi One yang lebih dekat ke arah rumah gue, akhirnya ketemu ama temen gue dan dia ngajak nonton di bioskop tuenti wan (21). Dengan semangat 45, gue mau nonton juga, khan jarang-jarang belakangan ini gue nonton karna banyak sekali kesibukan yang tidak bisa ditunda.

Kalo gak salah film yang dia mau tonton itu judulnya An American Haunting klo gak salah yang secara hipotesa gue itu film seru dan menarik trus keren dan banyak aksi-aksi yang menegangkan (maklum murid ki joko bego). Disinilah kesalahan ke 2 gue berlanjut ke kesalahan gue yang culun lainnya.

Ternyata pas gue nonton, pas baru aja itu film mulai. Temen gue baru ngomong klo itu film ternyata film horror. Anjritt, kontan gue langsung parno plus mulut pahit karna Cappucino yang gue beli ternyata kagak enak. Sumpah dech jangan beli cappucino di bioskop, rasanya kayak susu coklat.

Setelah melalui ketegangan di dalam bioskop, dimana samping gue cowo latah banget pas kaget dan depan gue yang sempet-sempetnya begituan saat nonton Film Horor. At last gue makan di salah satu tempat yang gue suka disitu karna gak terlalu mahal dan enak tempatnya (kalo bisa sich gratis--emangnya itu restoran tempat nenek moyang gue yach).

Di tengah asiknya gue makan bersama temen gue dan rencana gue mau shopping ditempat itu plus jalan-jalan liat-liat, kali aja ada yang lucu (cewe lucu).. Jojon kali lucu..

Tiba – tiba saja handphoneku berbunyi dengan indahnya (mana bisa coba orang hapenya gue silent dan cuma getar doank yang ada), Capek dech.. Ternyata itu telpon dari rumah gue yang mamberitahukan suatu woro – woro yang bisa menggetarkan dunia persilatan dan dunia 3G Telkomsel. Yaitu ternyata STNK motor gue alias tanda lahir atau bisa dibilang Paspornya si Tigi (Tiger Merahku tercinta) tertinggal dirumah. Bagaimana dengan nasib si Tigi yach..?? Akhirnya dengan berbekal kepandaian yang seadanya gue memutuskan untuk jujur bilang sama Kasir bahwa gue gak bawa STNK atau bisa jadi gue pulang tuk hanya mengambil STNK trus balik lagi kayak orang bego ke BlokM Plaza hanya untuk mengambil si Tigi (Tiger Merahku tercinta). Akhirnya dengan berat hati opsi kedua gua ambil. Tapi jangan salah, bukan gue yang ngambil kerumah tapi ternyata ada yang mau mengantar itu Paspor si Tigi ke BlokM Plaza. Thanks to you God..

Akhirnya dengan senyum simpul layaknya orang gila yang baru sembuh trus gila lagi. Gue pulang bersama si Tigi kerumah.. What a silly day.. (gue bener gak nulis gak nulis sillynya??)

See ya in the next chapter.. (21 January 2007)



Friday, January 12, 2007

My (Beloved) Princess and "Sorry..!!"

Di hari ini tepatnya hari kamis hari kesepuluh bulan pertama di tahun 2007 (*ngerti gak ??), gue tersentak dengan jawaban isi message Friendsterku kepada Tuan Putri. Alhamdulillah messageku dibalas Tuan Putri, saya hanya bisa membaca tanpa bisa membalasnya. Mungkin lewat blog ini saya bisa bercerita sedikit tentang hal itu. Sebenarnya tulisan ini kupersembahkan untuk Tuan Putri yang baru saja kukenal.

Tuan Putri disini adalah seorang sosok wanita yang nun jauh disana (*namun dekat dihatiku—> duch mulai nich basinya keluar) yang telah cukup menarik diriku (red: hatiku) baik itu secara langsung ataupun tidak langsung (*duch kok kayak undang-undang ’45). Si SiluetSapi ini dikenalkan dengan Tuan Putri oleh salah satu teman cewenya yang berinisial R-i-R-i-N (ampun jangan marahin gue yach, he..he..). Namun semakin ku ingin mencoba tuk mengenalnya semakin yakin klo diriku ini gak mungkin lagi bisa tuk mengenalnya secara lebih jauh lagi. Dikarenakan dia (red : Tuan Putri) masih bersamanya. Dan pada akhirnya saya memutuskan untuk mundur/ menggangu lagi dengan niatku yang pernah kukatakan kepada Tuan Putri. Seandainya saja Tuan Putri membaca blog ini semoga tuan putri dapat mengerti bahwa kata-kata “Sorry” dan “Nice to know you” berarti lebih dalam dari makna harfiahnya.

Oh iya salah satu kenangan yang dapat kuingat bersama Tuan Putri adalah keikhlasan dan kerelaan dia untuk menemani aku ngobrol berjam-jam pada malam hari di telpon sewaktu aku mau berangkat ke Tanjung Pasir (*ujungnya bandara Soekarno-Hatta arah menuju pantai atau pulau seribu). Can u imagine how far is that?? Anyway balik ke topik ini, tahukah ternyata Tuan Putri tahu banget sepertinya tentang Keane yang mungkin gak semua cewe yang gue tanyain itu tau, and seems to be that she likes it too (red: Keane). Tapi tahukah dia bahwa saya gak sedangkal itu yang karna dia tahu Keane dan saya langsung jatuh hati pada Tuan Putri. Tapi klo saya jadi tertarik padanya dan kepribadiannya itu saya sangat akui. Tuan Putri aku cuma mau bilang klo “i’m not that shallow and stupid because of one similarity between us, but i can be that person if you want it from me”.

Sebelumnya saya sangat berterima kasih sekali kepada temen ku yang berinisial diatas (red : R-i-R-i-N), karna telah mengenalkanku pada Tuan Putri. Thanks yach Rin. Tuan Putri membuat hatiku yang tadinya berdetak secara perlahan menjadi berdegub lebih kencang ketika mau menelpon atau mengsmsnya. Bikin hariku yang ceria berubah menjadi optimisme dimana saya akan bisa meraih hati dan cinta Tuan Putri. Yang pasti menjadikan hari-hariku menjadi lebih baik dari sebelumnya (*taken from starmild).

Akhir kata, mungkin inilah proses pendewasaan seorang SiluetSapi, mungkin akan lebih baik mengenal Tuan Putri secara utuh ketika dia dalam keadaan utuh pula tanpa ada siapapun disampingnya, mungkin saya juga yang salah, mungkin meminta maaf lebih baik ketimbang meminta izin (*taken from movie “Eragon“), mungkin seharusnya saya terus maju, mungkin seharusnya juga saya harus mundur atau mungkin-mungkin yang lain. Manusia (*terutama SiluetSapi) hanya dapat berencana dan Allah lah yang menentukan.

Thursday, January 11, 2007

Mengejar Dia dan Lift Barang..

Pada hari ini gue bangun dari tidur gue dan pulau yang baru aja gue buat di kasur (alias si saliva). Ada yang lain di hari ini, tiba-tiba aja gue senyum-senyum gak jelas gitu. Seperti kegiatan normal gue dihari-hari sebelumnya, gue bangun dipagi hari masih dengan bau naganya dan bau badannya langsung nongkrong didepan teve menonton acara gosip. Mungkin aja Adam Air yang hilang disiarkan disitu (duch dodol bgt yach khan itu infotainment bukannya berita). Setelah itu biasanya gue take a breakfast and go to the bedroom (eh salah kamar mandi maksudnya alias mandi).

Anyway hari itu gue ketemu ama orang yang cukup gue seneng dikantor (satu gedung, beda perusahaan dan beda lantai). Orangnya manis booo.. Waktu itu gue liat dia lagi jalan menuju kantor, sedangkan gue lagi dimotor. Dari jauh feeling gue udah bagus nich ngeliat nich cewe (berjilbab dan tinggi). Langsung aja gue tancep gas motor gue biar cepet nyampe parkiran motor yang letaknya dibelakang kantor. Dengan sigap gue langsung markir tuch motor, yang biasanya memakan waktu 5 menit untuk cari posisi dan parkirin motor, klo waktu itu kayaknya cuma itungan detik. Pokoknya udah kaya the Flash kloning dengan Kuntilanak plus Pocong 2 (duch kok kaya film horor aja yach). Sampe-sampe ngambil karcis parkir kaya orang kesetanan (alias diburu-buru ama setan biar cepetan). Trus seperti biasa pastinya di setiap kantor ada yg meriksa-meriksa tas gitu yang ampe penasarannya tuch orang terjadi percakapan bodoh kayak gini :


Gw : (Lari dari parkiran belakang kantor sambil bawa tas laptop kayak orang bego, trus menyodorkan tas untuk diperiksa).

Pos ke 1 : Kenapa mas kok lari-lari, telat masuk yach ??

Gw : (*udah tau gue lari pake nanya lagi yang ada juga cepek dech) Iya, lagi buru-buru

Pos ke 1 : Oh gitu, yak silahken mas (*sambil merogoh-rogoh tas laptopku yang kucinta)

Gw : oke dech (*lari lagi ke pos 2 tuk diperiksa lagi sambil terengah-engah)


Pos ke 2 : Duch mas kok dari belakang tadi saya liat lari-lari terus dari parkiran belakang emangnya telat banget yach. (*duch kok bisa sama gini format pertanyaannya, dibayar berapa nich orang tuk nanya sama dengan pos ke 1, bisa-bisa dapet gleas cantik nich klo gue ditanya yang sama lagi---ngarep)

Gw : mmmmhhhh (*can’t say even a word, capek bow. Coba bayangin lari marathon dari parkiran belakang, trus estafet tas laptop gue dari pos 1 ke pos yang lain, dasar satpam yang aneh).

Pos ke 2 : Bentar mas aku periksa dulu tasnya (*duch buruan donk, gue lagi mengejar lift nich karna si cewe itu)

Pada akhirnya gue masuk juga ke itu lift bareng dengan tuch cewe. Dan karna gue saking capeknya tuch lari-lari macam orang pake celana boxer warna pink dan kaus oblong sobek-sobek warna pink juga. Sesampai di dalam lift gue cuma bisa ngos-ngosan sambil liat dia keluar dilantai 5. Duch kecele dah gue, hiks..hiks..hiks..

Yuuukkssss....

PS: Salam buat tuch satpam, namanya orang lari-lari belum tentu telat, kayak kagak tau gue aja klo gue dateng pasti telat. Capek dech.. Trus satu lagi klo orang abis lari itu trus ditanyain macem-macem itu kayak orang nanya ama kambing congek. Gak bakalan dijawab lah.. Ternyata mimpi gue tadi malam menandakan gue mau ketemu ama si doi (*oh iya gue belum cerita semalam itu gue ketemu ama dian sastro loh, gak penting yach. Tenang aja bukan mimpi jorok kok). Dasar mimpi bego dan satpam yang aneh.. Piss yo... 

(January, 10th 2007)



 

Wednesday, January 10, 2007

Me, My friend sickness and Saliva

Duch waktu menunjukkan pukul 9 malam, tapi kok gue udah ngantuk banget nich. Gimana gue mau nonton teve (red: tipi) kalo udah ngantuk banget kaya begini gak bisa nonton tuyul arwana duonk (red: tukul arwana). Sambil memandang si tigi merah (tigerku tercinta) gue berpikir ternyata kayaknya pekerjaan gue berbanding lurus dengan hidup gue, yaiu makin lama kok gak ada perkembangan. Duch pliss dech kok gue gak mensyukuri hidup gue gini yach. But Allah SWT always in my heart and i hope i always in the heart of Allah SWT.

Oh iya malem ini gue liat jam lagi waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Dan gue baru keingetan mau telpon si Doraemon (red: Dina Rese) untuk menanyakan sesuatu dan alhasil dia udah tidur. And u know something, ketika dia tidur dia itu punya kebiasaan ngelindur (alias ngangkat hape tapi gak sadar klo dia ngangkat). Dan akhirnya pula malam ini gue berhasil menangkap penampakan ngelindurnya dia, berikut cuplikannya :


Gw : Halo Din, udah tidur yaach..? (*gw dgn nada bingung)

Dina : Hooh..

Gw : Din, loe gak lagi ngelindur khan..??

Dina : Hooh.. (*wah ngelindur beneran nich)

Gw : Eh loe gak lagi mimpi jorok khan..?? (*sempet-sempetnya gue nanya hal itu)

Dina : Hooh, eh nggak... (*wah udah mulai ngaco nich anak)

Gw : Wuey udah shubuh nich.. Bangun euy bangun (*padahal masih jam 10 malem

Dina : Ahh nggak, hooh.. (*cepek dech hoohnya masih aja ngikut)

Gw : Din, gue itung ampe 3 loe harus bangun, 1..2..3.. Bangun euy bangun (*mencoba tuk           menjadi Romy Patinasarani, eh salah itu mah pemain bola maksudnya Romi rafael)

Dina: Eh apaan nich, eh elo geng ada apa?? Nanya apaan aja loe??

Gw : (*tersenyum dengan puas sambil berkata dalam hati “dasar temen cewe yang aneh”)


Saran gue yang penyakitnya sama kayak temen gue ini janganlah menaruh handphone dikuping anda ketika tidur, takutnya itu handphone rusak aja gara-gara keileran ama loe. He..he.. Ampun Dina besok jangan bantai gue yach karna gue udah cerita disini.


PS : Ngelindur bukanlah bahasa baku (*lebih jelasnya coba ditanyakan pada JS. Badudu atau kamus EYD karna gue gak tau bahasa yang benernya), Keileran berarti SALIVA yang keluar dari mulut loe yang baunya bikin naga aja bisa pingsan klo loe setahun gak gosok gigi. He..he.. See ya again, gue mau tidur dulu yach.. (January, 9th 2007)



 

Hari Pertamaku

What’s up guys what’s up, i hope your day is good. Coz i’m not, ada banyak alasan kenapa gue seperti itu mulai dari masalah pribadi (*kayak gue punya pacar aja) sampai masalah kantor (*BTS lagi, BTS lagi). Gak nyangka aja klo gue sekarang udah 5 tahun lebih di kantor ini yang katanya operator seluler terbesar di Indonesia. Masih teringat dalam pikiran gue waktu pertama kali gue masuk kerja dengan setelan baju lengan panjang warna putih dan celana bahan hitam. Sampai-sampai gue itu ditanyain sama tukang jual makanan yang ada didepan kantor pertama itu seperti ini :

Tukangjual : Dik, baru yach disini...!!??

Gw : Iya bu.. (*sambil mengunyah makanan yang dibeli)

Tukangjual : Mau ngelamar kerja di kantor ini yach?? PT apa??

Gw : Uhukkk, nggak bu saya kerja disini. Ini hari pertama saya (*keselek makanan sambil bergumam, duch alhamdulillah cuma dibilang ngelamar kerja bukannya petugas catering).

Yah itulah gue dulu dengan segala ke cupuan (culun) gue dan ke luguan gue. Anyway back to the problem, hari ini gue cukup sedih karna harus memutuskan tuk mundur dari seseorang yang kupanggil tuan putri (red: my princess), klo tuan putri baca blog ini sebenarnya i’m not that shallow, but i can if u want me to do it. Udah lah pokoknya gak mungkin gue ungkap disini, smoga jalan yang gue ambil itu benar (sambil mengucap basmalah). Terus terang gue sedih tapi apa daya life must go on. Siluetsapi harus terus menulis meski disetiap ketikan hurufnya terdapat peluh dan kesedihannya (apaan sich maksudnya kok makin ngawur gini yach gue). Duch apa kabarnya gue besok yach..??

Tuesday, January 9, 2007

Salam Perkenalan Si SiluetSapi


Halo all, pa' kabar semua. Selamat buat blog gue dan tentunya juga gue pribadi atas mengudaranya Blog gue ini. Di awal tulisan ini gue akan mencoba menjelaskan tentang siapa sich si siluet sapi ini dan bagaimana pandangan teman-temannya terhadapnya dan sebaliknya. Si Siluet Sapi ini bernama lengkap Sugeng Hariyadi, terlahir dan besar di daerah selatan jakarta 23 tahun yang lalu dibawah asuhan ibu tercinta dan bapak tersayang (klasik bgt yach). Sebenarnya gue agak kurang suka nulis blog seperti ini, tapi dikarenakan terinspirasi dari si kambingjantan (salute for you), gue jadi pingin mencoba. Sebenarnya gue barusan melihat tulisan/ blog temen gue yang bilang. “entah kenapa hasrat ingin menulis itu ketika kesedihan datang...ketika masalah yang dialami terasa amat berat...” (sorry Ed gue ambil kalimat loe). Tapi gue bener-bener setuju kalimat doi, karna sebenarnya gue memulai ini juga karna gue baru aja mengalami kesedihan yang cukup dalam (gak tau dech klo si cewe itu). Anyway lanjut soal gue, si siluet sapi ini orangnya cukup pendiam (tapi mematikan kalo lagi gila he..he..), kayaknya tinggi (udah donk ampun jangan bertambah tinggi lagi), sedikit lucu (huuuekkk sorrr) dan item manis (maca cih..). Tenang jangan kagum dulu, masih banyak kok yang lebih layak dikagumi ketimbang gue, he..he.. Lanjut ke pokok utama sebelumnya gue berterima kasih buat temen gue Dina (*aka Emon *aka Doraemon *aka cewe ganjen *aka sapi bantet *aka banci 1) --> oh iya doi JOJOLESS (Alias jomblo-jomblo Hopeless yang merindukan cowo sejati, *mode sedih dan ketawa cekikikan kayak setan on) He.he..he.. Thanks buat loe dina yang udah memberikan hak paten atas nama siluetsapi ini ke gue. Two thumbs up for you (macam mau nonton DVD bajakan aja..), and semua kejadian di hidup gue baik itu yang lucu, yang sedih, yang menyeramkan, yang asik (macam nonton film porno), yang keren (duch sok keren bgt sich gue), dan yang lain-lain. Oh iya ada satu kalimat dari gue sendiri yang selalu gue pegang sampe sekarang yaitu “Hubungan yang indah buat gue adalah dimana gue dapat membuat orang yang gue sayangi tertawa, ceria dan tersenyum meskipun gue dalam kondisi terburuk ataupun sebaliknya”. Ya udah sampe disini dulu cerita tentang gue, nanti dilanjut lagi. Email me atau jadi temen friendster gue, ok. See ya all, bubye.. (Gue ada tugas kampus yang belum kelar). Salam kuli kampus (merangkap kuli kantor).